06.27 in Kumpulan Doa
Do'a Agar Dimudahkan Segala Urusan dan Ucapan
Do’a ini adalah do’a yang amat manfaat. Do’a ini berisi hal meminta
kemudahan pada Allah dan agar dimudahkan dalam ucapan serta dimudahkan
untuk memahamkan orang lain ketika ingin berdakwah.
Do’a ini dari Nabi Musa ‘alaihis salam.
Namun do’a ini bisa diamalkan pula oleh kita sebagaimana ditunjukkan
oleh para ulama dalam berbagai kitab do’a kumpulan mereka[1]. Do’a ini
terdapat pada firman Allah Ta’ala,
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’
[Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku
urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)
Maksud Do’a Di Atas
Berikut kami sarikan penjelasan Syaikh As Sa’di rahimahullah dalam kitab tafsirnya ketika menafsirkan ayat di atas.
Pertama:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku”
Maksudnya
adalah lapangkanlah, janganlah perkataan dan perbuatanku ini menyakiti
dan janganlah hatiku ini terkotori dengan yang demikian, dan jangan pula
hatiku ini dipersempit. Karena jika hati telah sempit, maka orang yang
memiliki hati tersebut sulit memberikan hidayah (petunjuk ilmu) pada
orang yang didakwahi.
Allah Ta’ala telah berkata pada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
“Maka
disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah
mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron: 159). Semoga saja seseorang yang didakwahi dapat menerima dakwah dengan sikap lemah lembut dan lapangnya jiwa.
Kedua:
وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
“dan mudahkanlah untukku urusanku”
Maksudnya
adalah mudahkanlah setiap urusan dan setiap jalan yang ditempuh untuk
mengharap ridho-Mu, mudahkanlah segala kesulitan yang ada di hadapanku.
Di antara dimudahkan suatu urusan yaitu seseorang yang memohon diberikan
berbagai kemudahan dari berbagai pintu, ia dimudahkan untuk berbicara
dengan setiap orang dengan tepat, dan ia mendakwahi seseorang melalui
jalan yang membuat orang lain mudah menerima.
Ketiga:
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
“dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”
Dahulu Nabi Musa ‘alaihis salam memiliki
kekurangan, yaitu rasa kaku dalam lisannya. Hal ini membuat orang lain
sulit memahami yang beliau ucapkan, demikianlah dikatakan oleh para
pakar tafsir. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
وَأَخِي هَارُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّي لِسَانًا
“Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku”
(QS. Al Qashshash: 34). Oleh karena itu, Nabi Musa meminta pada Allah
agar dilepaskan dari kekakuan lidahnya sehingga orang bisa memahami apa
yang diucapkan oleh Musa. Akhirnya tercapailah maksud yang beliau
minta.[3]
Semoga sajian ini bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Read more